Surah Al-Fajr ; Arab dan Terjemahan

by -44 views

Surah Al-Fajr ; Arab dan Terjemahan

 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

 

وَالْفَجْرِۙ ١

1. Demi waktu fajar,

 

وَلَيَالٍ عَشْرٍۙ ٢

2. demi malam yang sepuluh,754)

754) Yang dimaksud dengan malam yang sepuluh adalah sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Ada pula yang mengatakan sepuluh pertama dari bulan Muharam, termasuk di dalamnya hari Asyura, dan ada pula yang mengatakan sepuluh malam pertama dari bulan Zulhijah.

وَّالشَّفْعِ وَالْوَتْرِۙ ٣

3. demi yang genap dan yang ganjil,

 

وَالَّيْلِ اِذَا يَسْرِۚ ٤

4. dan demi malam apabila berlalu.

 

هَلْ فِيْ ذٰلِكَ قَسَمٌ لِّذِيْ حِجْرٍۗ ٥

5. Apakah pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh (orang) yang berakal?

 

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍۖ ٦

6. Tidakkah engkau (Nabi Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) ‘Ad,

 

اِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِۖ ٧

7. (yaitu) penduduk Iram (ibu kota kaum ‘Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi

 

الَّتِيْ لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِى الْبِلَادِۖ ٨

8. yang sebelumnya tidak pernah dibangun (suatu kota pun) seperti itu di negeri-negeri (lain)?

 

وَثَمُوْدَ الَّذِيْنَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِۖ ٩

9. (Tidakkah engkau perhatikan pula kaum) Samud yang memotong batu-batu besar di lembah755)

755) Lembah ini terletak di bagian utara Jazirah Arab, antara kota Madinah dan Syam. Mereka memotong-motong batu gunung untuk membangun gedung-gedung tempat tinggal dan ada pula yang melubangi gunung-gunung untuk tempat tinggal dan tempat berlindung.

وَفِرْعَوْنَ ذِى الْاَوْتَادِۖ ١٠

10. dan Fir’aun yang mempunyai pasak-pasak (bangunan yang besar)

 

الَّذِيْنَ طَغَوْا فِى الْبِلَادِۖ ١١

11. yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,

 

فَاَكْثَرُوْا فِيْهَا الْفَسَادَۖ ١٢

12. lalu banyak berbuat kerusakan di dalamnya (negeri itu),

 

فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍۖ ١٣

13. maka Tuhanmu menimpakan cemeti azab (yang dahsyat) kepada mereka?

 

اِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِۗ ١٤

14. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.

 

فَاَمَّا الْاِنْسَانُ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ رَبُّهٗ فَاَكْرَمَهٗ وَنَعَّمَهٗۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَكْرَمَنِۗ ١٥

15. Adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kenikmatan, berkatalah dia, “Tuhanku telah memuliakanku.”

 

وَاَمَّآ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهٗ ەۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَهَانَنِۚ ١٦

16. Sementara itu, apabila Dia mengujinya lalu membatasi rezekinya, berkatalah dia, “Tuhanku telah menghinaku.”756)

756) Allah menyalahkan orang yang mengatakan bahwa kekayaan itu adalah suatu kemuliaan dan kemiskinan adalah suatu kehinaan, seperti yang tersebut pada ayat 15 dan 16. Sebenarnya, kekayaan dan kemiskinan adalah ujian Allah bagi hamba-hamba-Nya.

كَلَّا بَلْ لَّا تُكْرِمُوْنَ الْيَتِيْمَۙ ١٧

17. Sekali-kali tidak! Sebaliknya, kamu tidak memuliakan anak yatim,757)

757) Maksudnya adalah tidak memberikan hak-hak anak yatim dan tidak berbuat baik kepadanya.

وَلَا تَحٰۤضُّوْنَ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۙ ١٨

18. tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,

 

وَتَأْكُلُوْنَ التُّرَاثَ اَكْلًا لَّمًّاۙ ١٩

19. memakan harta warisan dengan cara mencampurbaurkan (yang halal dan yang haram),

 

وَّتُحِبُّوْنَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّاۗ ٢٠

20. dan mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan.

 

كَلَّآ اِذَا دُكَّتِ الْاَرْضُ دَكًّا دَكًّاۙ ٢١

21. Jangan sekali-kali begitu! Apabila bumi diguncangkan berturut-turut (berbenturan),

 

وَّجَاۤءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّاۚ ٢٢

22. Tuhanmu datang, begitu pula para malaikat (yang datang) berbaris-baris,

 

وَجِايْۤءَ يَوْمَىِٕذٍۢ بِجَهَنَّمَۙ يَوْمَىِٕذٍ يَّتَذَكَّرُ الْاِنْسَانُ وَاَنّٰى لَهُ الذِّكْرٰىۗ ٢٣

23. dan pada hari itu (neraka) Jahanam didatangkan, sadarlah manusia pada hari itu juga. Akan tetapi, bagaimana bisa kesadaran itu bermanfaat baginya?

 

يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ قَدَّمْتُ لِحَيَاتِيْۚ ٢٤

24. Dia berkata, “Oh, seandainya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini!”

 

فَيَوْمَىِٕذٍ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهٗٓ اَحَدٌ ۙ ٢٥

25. Pada hari itu tidak ada seorang pun yang mampu mengazab (seadil) azab-Nya.

 

وَّلَا يُوْثِقُ وَثَاقَهٗٓ اَحَدٌ ۗ ٢٦

26. Tidak ada seorang pun juga yang mampu mengikat (sekuat) ikatan-Nya.

 

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ ٢٧

27. Wahai jiwa yang tenang,

 

ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ ٢٨

28. kembalilah kepada Tuhanmu dengan rida dan diridai.

 

فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ ٢٩

29. Lalu, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku

 

وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ ࣖࣖ ٣٠

30. dan masuklah ke dalam surga-Ku!


 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *